Showing posts with label Uncategorized. Show all posts
Showing posts with label Uncategorized. Show all posts

Wednesday, April 11, 2012

Do not wish you'll become a rich.. Do not hope you'll become the famous one.. Because, being a doctor means dedicated to the job its self, dedicated your self to humanity.. (Ismiana - 120412)

Thursday, January 19, 2012

El Classico : Real Madrid vs Barcelona versi Copa del Rey

Assalamualaikuuuum.. duh, uda lama banget rasanya ga update blog.. kesibukan kerja serabutan belakangan ini dan tryout UKDI kemarin ngebuat waktu rasanya sempit banget.. tapi kali ini disempet2in deh buat upload video yang bener2 bikin kesel pagi2..

Ini nih videonya.. perhatiin baek2 yaa..


Hari ini pertandingan El Clasico di kancah perempat final Copa del Rey ditayangin.. haaah, kalimat yang pantas untuk menggambarkannya adalah "What a monster Real Madr*d is!!".. kalau kalian pada nonton pertandingan ini, pasti bakalan setuju banget ma pernyataan saya.. gimana ga, permainan unfear play at all yang dimainin Pepe dan Coentrao dimana mereka dengan sengaja menginjak tangan dan menekan kepala Messi setelah keduanya men-tackling Messi.. haaah, panas panas.. pengen tak pukul aja tu 2 orang.. masa siy pemain professional seperti mereka punya attitude kayak gitu.. but, whatever-laah yang penting lagi2 kemenangan masih berpihak pada tim Blaugrana.. dan tinggal menunggu pertandingan leg ke-2 untuk memastikan diri ke semifinal Copa del Rey..
Visca Barca.. ^__^

Tuesday, December 27, 2011

Candid me, weirdo me..

I just love to be photographed.. there's no description about this post, just love the photos..
it's candid me.. it's weirdo me.. 
*LOL :D
  


Wednesday, December 14, 2011

Antara Ana, Kak Diera, Nam, dan Kak Shone

Sebagian dari kalian yang membaca blog saya ini pasti pernah menonton film Thailand berjudul “A Crazy Little Thing Called Love”. Kalimat prolog film itu sangat berkesan bagi saya.

“Siapapun kita, pasti punya seseorang yang kita cintai diam-diam..
Saat kita mengingat orang itu, kita merasa sesak di dada
Tapi kita terus menyukainya
Walaupun aku tak tau dimana dia sekarang, apa kabarnya?
Tapi dialah yang membuatku seperti ini”.

Dalam film itu dikisahkan Nam, seorang gadis hitam, jelek, bodoh, dan tidak terkenal usia belasan tahun yang menyukai kakak kelasnya, Kak Shone, yang keren, tampan, dan terkenal. Bertahun-tahun Nam memendam perasaannya kepada Kak Shone. Karena Kak Shone, Nam berubah 180 derajat. Nam berdandan menjadi cantik, ia menjadi mayoret sekolah, dan ia menjadi juara kelas. Nam berubah menjadi bak seorang putri yang cantik, pintar dan bertalenta hanya karena Kak Shone.  
Saya tidak bermaksud untuk mereview film tersebut. Saya hanya terkenang akan kejadian yang mirip sekali dengan cerita film itu. Kisah seorang kawan yang tak perlu saya sebutkan namanya. Ia, sebut saja Ana sangat mengagumi kakak kelasnya yang sebut saja bernama Kak Diera. Dengan setting awal cerita yang sedikit berbeda dengan film A Crazy Little Thing Called Love, karena rasa itu dirasakan setelah lepas masa sekolah. Kak Diera muncul bagai malaikat ketika Ana tengah terpuruk sakit hati karena pengkhianatan seorang di masa lalunya. Kebaikan Kak Diera, kecerdasannya, kedewasaannya, keshalihannya membuat Ana merasakan cinta yang berbeda dari cinta yang sebelumnya pernah dirasakannya. Ana menemukan kebahagiaannya kembali dengan bantuan Kak Diera dengan tidak sengaja. Namun seiring berjalannya waktu, Ana menyadari bahwa rasa cintanya memang bertepuk sebelah tangan. Ana hanya manusia biasa. Ia kembali terpuruk, sedih, namun tak pernah kembali menangis. Ia sadar bahwa Tuhan mungkin punya rencana lain yang lebih baik. Namun Kak Diera akan tetap ada di hati Ana, karena Kak Diera telah mengajarkan segala kebaikan, menghiasi hidup Ana dengan semangat-semangat, dan mimpi-mimpi besar. Walaupun Kak Diera tak ada lagi untuk Ana, ia akan selalu jadi penyemangat Ana untuk berbuat lebih baik, melakukan segala hal-hal yang dahulu selalu takut dilakukannya, menjadi motivasi untuk menggapai semua mimpi-mimpinya.

Nam
Kak Shone 


Nam berubah jadi cantik ^_^





Nam menyatakan cinta pada Kak Shone

Karena Nam selalu mencintai Kak Shone, begitupun Ana, akan selalu mencintai Kak Diera. 

Karena menikah jauuuh lebih “complicated” dari itu !

"Pernahkah terlintas dibenakmu jika kedua orangtuamu bercerai?"
Jawaban saya, tidak pernah, sama sekali tidak pernah terlintas dalam pikiran saya akan hal buruk itu. Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang telah memberikan saya kehidupan yang sangat bahagia, lahir dalam keluarga yang harmonis, kedua orangtua saya adalah orangtua terbaik sedunia. Jika dalam film Sang Pemimpi, Arai dan Ikal selalu menyebut ayahnya sebagai ayah juara satu seluruh dunia, saya tak hanya menyebut ayah saya sebagai juara 1 karena ibu tak kalah hebatnya, mereka adalah orangtua juara 1 di seluruuuh dunia. Tak hanya sebagai orangtua, merekapun juara 1 sebagai pasangan. Saya tak pernah melihat cinta romantik yang begitu besar melebihi cinta ayah saya kepada ibu, sayapun tak pernah melihat kepatuhan istri yang lebih tinggi dibanding kepatuhan ibu saya kepada ayah. Melihat berita, gosip, atau sinetron di televisi bahkan di keseharian dimana suami-suami mata keranjang yang tidak pernah cukup dengan cinta istrinya, atau istri-istri “pembangkang” terhadap suaminya, rasanya tak pernah terlihat dalam rumah kami. Dan itu semua membuat saya sangat bersyukur, dimana tauladan hubungan suami istri harmonis tak perlu jauh-jauh saya cari, karena dihadapan saya, orangtua saya telah mencontohkannya.
Namun, barusan saya dikagetkan oleh pertanyaan teman saya. Ia bertanya, “kalau seandainya ortumu cerai gimana?” dan tentu saja jawaban saya sama seperti diatas. Berpikir saja tidak pernah. Alhamdulillah, hubungan orangtua saya terlalu harmonis untuk diganggu dengan kata “cerai”. Kemudian saya balik bertanya kepada teman saya itu, mengapa dia bertanya seperti itu.  Dan ternyata, teman saya itulah yang sedang mengalami hal buruk itu. Kedua orangtuanya akan bercerai. Dalam kondisi seperti ini, terpuruk sudah pasti, bingung tak tau harus berbuat apa, kecewa, sedih tak terkira, pastilah semua perasaan ini tengah dirasakan teman saya. Sebagai teman yang baik, saya hanya bisa mendengarkan dan  berdoa semoga masalah ini cepat berlalu.
Hubungan percintaan baik pacaran ataupun pernikahan memang tak selamanya mudah, tak selamanya akan berjalan mulus. Banyak kerikil bahkan batu-batu besar yang akan mengganggu perjalanannya. Seberapapun lama waktu yang dilalui bersama, tak akan pernah membuktikan bahwa hubungan itu akan berlangsung selamanya. Karena secara ilmiah, cinta yang menggebu-gebu itu hanya berlangsung 3 bulan (efek endorfin, serotonin, dopamin, dan berbagai neurotransmitter cinta lainnya) serta dipertahankan beberapa tahun (2-4 tahun) oleh zat amin cinta lainnya yaitu PEA. Selanjutnya hubungan itu akan berubah “hambar” jika kedua pasangan tidak berusaha menghadirkan endorfin-endorfin itu setiap harinya dalam hubungan mereka.
Dan ini semua juga jadi pelajaran, bahwa menikah itu tak hanya menyatukan cinta, juga menyatukan dua kepala, dua sifat, dua dunia, dua keluarga. Menikah tak hanya membutuhkan kata-kata “aku cinta kepadamu, maukah kamu menikah denganku?”. Karena menikah jauuuh lebih “complicated” dari itu.
Dari sudut pandang wanita, mungkin yang perlu dinilai apakah kita (wanita) sudah cukup pengertian untuk menerima segala kekurangan suami kita kelak? Apakah sudah cukup pintar memahami kemarahan suami kita nanti? Apakah sudah cukup matang untuk meninggalkan keceriaan bermain bersama teman-teman wanita kita ketika suami menyuruh untuk menunggunya dirumah? Apakah sudah cukup tangguh untuk menjaga kehamilan, melahirkan, dan membesarkan seorang anak?  Apakah sudah cukup mampu untuk masuk dan bergaul di dunia “asing” keluarga suami kita dan memperlakukan mereka seperti keluarga kita sendiri? Dan masih banyak pertanyaan lain yang mengharuskan kita berbenah serta mempersiapkan diri lebih baik lagi. Karena lagi-lagi menikah memang jauuuh lebih “complicated” dari itu.
Semoga Allah menyertakan kita kemampuan untuk selalu berusaha menjadi lebih baik lagi setiap harinya. Agar nantinya, bila kita sudah siap dan Allah telah mengijinkan, kita mampu menjadi istri penyejuk mata dan hati suami, menjadi peredam amarah dan benci, menjadi cinta abadi, serta menjadi penyempurna diennya untuk menggapai ridha Ilahi.. Amiiin Ya Rabbal ‘alamin..

Tuesday, December 13, 2011

El Classico : Real Madrid vs Barcelona

Beberapa hari yang lalu, laga El Classico antara Real Madrid vs Barcelona berlangsung dan berakhir dengan kemenangan Barcelona 1-3 atas musuh bebuyutannya itu. (Visca Barca ^_^). Jika kalian menonton pertandingan itu, kalian tentu saja akan setuju bahwa permainan Messi dkk memang jauh lebih baik dibanding Ronaldo cs. Pep dari sudut manapun memang lebih "keren" dibanding Mou. Mungkin pendapat ini memang ada sisi subyektifnya, namun fakta kemenangan membuktikan itu. Dan bagi para madridista, terimalah bahwa Barca, Messi, dan Pep jauuuh lebih baik dari Madrid, Ronaldo, dan Mou. Dan menurut saya Mou itu lebih baik melatih liga gunung sari saja, hahaha. Agak rasis memang, namun lihat saja, semua pemain termahal dunia ada di Madrid, namun tetap saja mereka belum mampu mengalahkan keperkasaan Barca. Sebalnya lagi, selain tidak menerima kekalahan, Mou dan Madrid selalu saja mencari-cari kambing hitam, dan seringkali kepemimpinan wasit dijadikan alasan kekalahan mereka. Yaaah, masa iya sih semua pertandingan wasitnya "ga bener". "Aduuuuh, Om Mou kalo nyari alasan yaa yang kreatif atuuuh =P "
Ini nih, lelucon yang saya kutip dari okezone.com tentang pernyataan Mourinho yang dilansir dari situs resmi Real Madrid.

MADRID – Jose Mourinho masih belum menerima kekalahan yang diderita Real Madrid dari Barcelona pagi ini. Mourinho kembali menyoroti kinerja wasit David Fernandez Borbalan.

Borbalan mengeluarkan total tujuh karu kuning, empat untuk kubu Madrid dan sisanya untuk Barca, termasuk diterima Lionel Messi di menit ke-37. Mourinho rupanya tidak puas dengan kartu kuning yang diterima Messi, karena dia menuding seharusnya striker mungil itu mendapat kartu merah.

“Ada keseimbangan di babak pertama, gol kedua benar-benar keberuntungan tidak lebih dari itu. Gol itu bukan berkat talenta Barca atau kesalahan (Madrid),” cetus Mourinho.

“Saya pikir Messi seharusnya diusir, tapi sampai saya melihatnya saya tidak akan mengatakan apapun jika saya salah,” imbuh The Special One, dikutip Marca, Minggu (11/12/2011).

Mourinho juga menyebut kemenangan Barca tidak lepas dari keberuntungan. “Saya pikir kemenangan ini merupakan bagian dari pertandingan sepakbola. Keberuntungan sangat berperan. Dengan keunggulan 1-0, kami seharusnya bisa 2-0 dengan kondisi normal, karena Cristiano (Ronaldo) melakukannya,” pungkas The Special One.
(wei)


Bagaimana menurut kalian? ^__^

Wednesday, December 7, 2011

 "ooh, Paris..."
 "New Hope"
"What A Beautiful Rainbow"

Friday, November 25, 2011

Sunset @ Senggigi Beach

Udah lama banget rasanya ga ke pantai di area Senggigi Beach Hotel. Ternyata udah banyak banget perubahannya. Dari baru masuk aja, sekarang udah ada tarif masuk pantai (padahal dulunya gratis). Okelaah, buat retribusi daerah (*think positif !). Trus, halaman parkirnya memang udah rapi, ga semerawut kayak dulu lagi. Eh, makin kaget karena pedagang-pedagang barang-barang seni dan asesoris khas pantai-nya juga dilokalisasi diluar area pantai, tepatnya di sebelah tempat parkir. Masuk area pantai, saya makin kaget aja (duuh,, jangan kuper gini doong!) ^_* ternyata udah dibangun semacam jembatan gitu (jembatannya warna kuning, dan banyak dipakai cewek-cewek gila foto kayak saya buat tetep eksiiis, hahaha). Pokoknya keren deh. Trus trus, karena seluruh area pantai udah ga boleh lagi jadi tempat jualan, saya bingung nih nyari ibu-ibu jualan sate bulayak. Eh, ternyata ibu-ibu itu udah disediain satu tempat khusus untuk jualan sate tepat di samping kanan pintu masuk area pantai. Wah wah, kalo gini jadi makin seneng ke pantai, karena bisa menikmati pantai tanpa "direcokin" pedagang-pedagang, hehe.
Ini nih beberapa foto yang saya ambil waktu menikmati sunset di pantai di area Senggigi Beach Hotel. Pengen kesana lagi, mumpung deket dari rumah, lagian pemandangan sunset-nya ga kalah dari tempat-tempat lain yang lebih jauh. Pokoknya kereeen deh, ga nyesel.

 ini nih jembatan kuning yang saya maksud

 lumayaaan buat foto-foto =P

 oh ya, air lautnya udah abrasi jadi sekarang udah naik-naik bahkan sampai masuk pekarangan hotel

 mantap laah pokoknya

 sunset-nya kereeeen..

 hmmm, mupeng laah pokoknya jalan-jalan sama suami (nanti kalo udah ada), "so romantic", someday lah yaa ^__^

teteep eksis, "the author" numpang nampang dulu yee.. =P

Monday, November 21, 2011

Yang paling penting dari sebuah perjuangan itu bukan hasil akhirnya, tapi niat dan usahanya!!
We're all proud to be Indonesian.. ^__^
(ismiana-211111)
after Sea Games Soccer match Indonesia vs Malaysia..

Sunday, November 13, 2011

Cara Mengatasi Depresi

Dalam seminar "Fisiologi Cinta" yang saya ikuti dan telah saya review dalam postingan sebelumnya, ada beberapa hal yang menurut saya perlu saya share disini, yang mungkin sudah diketahui banyak orang, namun postingan ini mungkin nantinya bisa sekedar mengingatkan kita kembali atau cukuplah mengingatkan diri saya sendiri ketika virus galau atau depresi muncul.

Ada 2 pendekatan untuk mengatasi depresi, yang pertama berdasarkan konsep Kedokteran Jiwa dan yang kedua berdasarkan konsep Keislaman.
Konsep yang pertama yaitu konsep Kedokteran Jiwa yang disampaikan oleh dr. Elly Rosila, SpKJ. Ada 3 cara mencegah atau mengatasi depresi, yaitu SSI.
1. Syukur
Selalu bersyukur akan semua nikmat yang kita miliki membuat hidup terasa berarti. Karena rasa syukur selalu mencukupkan kita akan segala sesuatu yang telah kita miliki, dan rasa cukup itu erat dengan kepuasan, lalu kepuasan itu dekat dengan kebahagiaan :)
2. Sabar
Sabar adalah kata terampuh dalam menghadapi semua peristiwa yang tidak sesuai dengan keinginan. Sabar memang seharusnya menjadi senjata kita agar setiap ujian dapat menjadi pahala bagi kita. (*susyaaaah)
3. Ikhlas
Yaitu menyerahkan segala urusan duniawi kepada yang menciptakannya, sepertinya semuanya akan jadi lebih mudah.

Kemudian konsep yang menurut saya tidak kalah konkret, yaitu konsep Keislaman yang dijelaskan oleh Ust. Gunawan, Lc. Juga ada 3 hal untuk mengatasi kesedihan, yaitu :
1. Perbanyak membaca dan mengkaji Al-Qur'an
Al-Qur'an diturunkan tak lain selain menjadi obat bagi seluruh penyakit di dunia ini, dan sebagai bukti kasih sayang Allah kepada umat Islam.
2. Menghadiri majlis-majlis ilmu
Dalam majlis ilmu kita bertemu orang-orang shaleh dimana dapat saling nasihat-menasihati dalam kebaikan, kemudian menambah keilmuan kita, dan menghindarkan kita dari waktu yang sia-sia. (*hmmmm,,)
3. Shalat malam
Hanya kepada Allah-lah tempat mengadu yang paling baik. :)

Postingan ini semata-mata hasil seminar yang saya ikuti yang ingin saya bagi. Saya sadar saya-pun masih jauuuuh dari kemampuan untuk mengamalkan semuanya. Semoga Allah memaafkan kekhilafan saya. Saya hanya berharap semoga postingan ini bisa bernilai ibadah. :) InsyaAllah..

Seminar : Fisiologi Cinta

Cinta, cinta, cinta.. ya, manusia tidak akan pernah luput dari cinta. Karena cinta kita lahir di dunia ini, dan karena cinta-lah kita mampu terus hidup. Buku, film, lagu-lagu, puisi, sebagian besar terinspirasi dari cinta. Cinta memang memiliki dimensi yang sangat luas. Cinta hamba kepada Penciptanya, cinta orangtua kepada anak-anaknya, cinta manusia kepada binatang, dan yang paling banyak dibahas adalah cinta manusia kepada sesamanya, cinta sepasang kekasih, atau cinta romantik.
Kemarin, tepatnya tanggal 13 november 2011, saya mengikuti seminar yang berjudul "Fisiologi Cinta". Seminar yang diadakan Sentra Kerohanian Islam (SKI) As-Syifa Fakultas Kedokteran Unram. Dari judulnya saja kita pasti sudah bisa menebak bahwa seminar tersebut pasti akan "full of love". Jujur saja, saya sangat tertarik untuk mengikuti seminar tersebut. Bukan semata-mata karena tema yang diangkat adalah tentang "cinta", tapi karena seminar tersebut akan membahas cinta secara ilmiah. Apalagi narasumber yang ditampilkan adalah dr. Elly Rosila, SpKJ , satu-satunya dokter spesialis Kedokteran Jiwa (psikiater) yang ada di NTB, salah satu supervisor saya di RSJ saat mengikuti kepaniteraan klinik madya, yang keahliannya dalam bidang ilmu yang ditekuninya tersebut tidak perlu diragukan lagi. :)
Ekspektasi saya pada seminar Fisiologi Cinta ini tidaklah berlebihan. Karena dengan harga tiket yang murah, dan penyelenggara dari kalangan mahasiswa, maka saya beranggapan seminar tersebut akan berlangsung seperti seminar-seminar kebanyakan, mungkin tema tentang cinta dan narasumber-nya sajalah yang akan membuat applause pada seminar ini. Ternyata saya salah. Ada beberapa "sajian" yang membuat seminar ini terasa berkesan bagi saya dan kemungkinan besar bagi seluruh peserta yang hadir.
Seminar ini dimulai dengan pembukaan dari master of ceremony wanita yang menurut saya sedikit berlebihan dalam penyampaian kata-kata dan beberapa ekspresi yang ditampilkan dalam membawakan acara, saya tidak tau benar apakah memang sengaja di-set sedemikian rupa karena tema seminar adalah cinta, namun menurut saya memang terasa berlebihan. (maaf, *no offense).
Kemudian dilanjutkan dengan beberapa sambutan, dari Ketua Panitia, Presiden BEM FK Unram, dan terakhir dari Pembina SKI As-Syifa. Dari beberapa sambutan tersebut yang paling berkesan menurut saya adalah dari pembina SKI As-Syifa, dr. Akhada Maulana SpU. Ulasan singkat mengenai isu-isu yang memang tengah hangat menjadi perbincangan masyarakat, lalu beberapa contoh cara mencintai yang salah, kemudian disokong dengan beberapa ayat Al-Qur'an membuat sambutan yang dibawakannya menjadi enak untuk didengarkan. :)
Setelah itu, tiba-tiba lampu dimatikan, ruangan menjadi gelap, ternyata pembacaan kalam Ilahi yang indah sekali serta terjemahannya yang penuh makna sesaat membuat peserta tertunduk tenang.
Lampu tak menyala, ruangan yang tadi gelap masih tetap gelap, namun cahaya lilin yang tadinya hanya 1 tepat disebelah Qari'ah, kemudian tampak semakin banyak. Saya tidak mengetahui apa yang akan disajikan panitia selanjutnya. Namun cahaya lilin-lilin kecil itu memang tampak indah. Beberapa orang yang membawa lilin membentuk 2 shaft yang rapi, mungkin sekitar 10-13 orang,yang pasti hanya 2 orang laki-laki dari sekian orang dalam shaft itu yang saya lihat. saya pikir mereka akan menyanyikan sebuah nasyid, ternyata mereka membawakan puisi teatrikal, subhanallah, indah sekali, air mata saya-pun tak sanggup saya tahan saat mendengarkan puisi tersebut. Puisi mengenai cinta hamba kepada Tuhannya yang memang seharusnya diatas segalanya, Astagfirullah.
Acara inti seminar dimulai dengan materi yang dibawakan oleh narasumber pertama, dr. Elly Rosila, SpKJ. Beliau memang selalu mampu mencairkan suasana, tak ada yang perlu dikomentari dari cara penyajian materinya, luar biasa, :D pembahasan mengenai definisi cinta, fase-fase fisiologi cinta yang terjadi dalam tubuh kita, kaitan cinta dan emosi, zat-zat kimiawi yang berperan dalam rasa "cinta", lalu cinta yang berlebihan yang disamakan dengan bentuk adiksi. Harapan saya akan pengetahuan ilmiah mengenai cinta benar-benar terpenuhi dari materi yang beliau sampaikan. 
Kemudian narasumber kedua, yaitu Ust. Gunawan, Lc. Seorang ustadz lulusan Universitas Al-Azhar, Cairo, Mesir, menambah khazanah ilmu pengetahuan peserta dengan membawakan materi mengenai pemahaman cinta berdasarkan Islam. (Saya sungguh bersyukur atas apa yang telah saya alami beberapa waktu lalu. Saya merasa Allah begitu sayang kepada saya, bahwa saya sekarang merasa semakin yakin akan pilihan hidup dan cinta yang saya tempuh. Semoga Allah selalu menjaga saya, Amiin).
Sesi diskusi dan pertanyaan dibuka, ternyata antusiasme peserta luar biasa, waktu yang disediakan bahkan sampai tidak cukup untuk menampung seluruh pertanyaan yang ingin diajukan. Subhanallah. Apalagi dari akhwat, yang memang mendominasi jumlah peserta yang hadir pada seminar tersebut (dengan perbandingan 3:1).
Dalam seminar ini disajikan pula sebuah penampilan nasyid namun saya lupa urutan dalam acaranya. Nasyidnya dinyanyikan oleh 6 orang putri berpakaian putih yang seluruhnya cantik-cantik dan bersuara merdu. Lirik nasyid yang dibawakan lagi-lagi membuat saya tak mampu menahan air mata.
"Tuhan, dosaku menggunung tinggi, tapi rahmat-Mu mengalir luas..
Harga selautan syukurku, hanya setitik nikmat-Mu di bumi.."

Pemberian door prize, pengumuman juara lomba esai yang memang diselenggarakan dalam rangkaian seminar, dan doa yang indah mengakhiri acara seminar pagi hingga siang itu.
Big applause untuk panitia penyelenggara. Seminar yang luar biasa. :)

Tuesday, November 1, 2011

Law of Attraction

Beberapa hari yang lalu, ditengah suhu udara Mataram yang sungguh luar biasa panas, ditemani laptop dan modem "tercinta", saya menghabiskan siang dengan "melihat dunia" dari sudut kamar saya. Membuka situs-situs pertemanan yang saya ikuti, situs pencarian lowongan kerja dan informasi mengenai UKDI, serta beberapa cerpen Islam memenuhi tab layar laptop saya. Saya sempat terdiam sejenak saat melihat status salah satu teman saya di sebuah situs pertemanan. Dia menulis "Law of Attraction". Saya terdiam karena jujur saja saya tidak tau mengenai frase yang ditulis oleh teman saya, dan apa sebenarnya yang dia maksudkan. Karena rasa penasaran, kemudian saya mencoba googling makna dari frase tersebut. Saya memperoleh salah satu definisi yang mudah saya mengerti.
*dikutip dari http://filsafat.kompasiana.com/2010/07/31/the-law-of-attraction-entahlah/. "Secara harfiah pengertian Law of Attraction dapat diartikan sebagai "Hukum Tarik-Menarik". Pengertian maknawinya secara lebih jelas adalah "bahwa kita bisa merealisasikan, mencapai dan mewujudkan apa-apa yang kita inginkan (impikan) apabila kita bisa berpikir secara positif dan yakin bahwa keinginan (mimpi) kita tersebut pasti akan kita capai (dapatkan)"."
"Oh, itu toh maknanya", pikir saya dalam hati saat itu. Selama ini, walau saya belum mengenal "Law of Attraction" dalam beberapa hal, terutama dalam jenjang kepaniteraan klinik madya (dunia perkoasan), saya
telah seringkali membuktikan kebenaran "Law of Attraction" tersebut, yang saat itu saya pahami sebagai "kekuatan pikiran".
Hal yang paling gampang dan yang paling mudah saya ingat adalah pengalaman saya di beberapa ujian stase besar saya. (yang saya maksudkan stase besar adalah bagian di Rumah Sakit dimana koas/dokter muda mendapat tugas untuk belajar, mengerjakan tugas, mempelajari kasus-kasus, dan ujian selama 12 minggu, dan jika nilai ujian menyatakan tidak lulus, maka harus mengulang setengah stase atau 6 minggu). Setiap kali masuk stase besar, terutama menjelang ujian, My Law of Attraction atau yang saya pikirkan adalah saya punya keberuntungan yang lebih dibanding teman-teman saya. Yang saya pahami, "di setiap stase besar saya pasti akan ujian dengan supervisor yang baik dalam arti mudah meluluskan koas". (Diluar kepastian akan semua adalah memang Takdir Allah), entah apa ini memang keberuntungan saya, pengaruh dari "Law of Attraction" saya, atau doa-doa orang-orang yang menyayangi saya, saya memang selalu mendapat "jackpot" (istilah bagi penguji yang mudah meluluskan). Di stase besar pertama sekaligus stase pertama saya (Obstetri dan Ginekologi) saya mendapat penguji dr.R.SpOG yang dari sejak kuliah memang saya idolakan, dan dr.D.SpOG yang walaupun terkenal galak namun selalu meluluskan dengan nilai yang tinggi, walhasil saya lulus stase ini dengan nilai yang memuaskan. Kemudian di stase Pediatri (Anak) tangan saya lagi-lagi beruntung mengambil undian dimana tertera nama dr.R.SpA sebagai penguji saya, yang alhamdulillah kembali meluluskan saya. Lalu di stase Bedah, bertepatan dengan hari ulang tahun saya, undian saya lagi-lagi jatuh di penguji yang baik, dr.A.SpU, ujian hanya 2x5 menit (salah satu ujian tercepat saya), dan selebihnya beliau lebih banyak menasehati saya agar bisa jadi pribadi dan dokter yang baik, yang insyaAllah hasilnya juga memuaskan, amiiin. Kemudian stase besar terakhir, sekaligus ujian terakhir saya di kepaniteraan klinik, penyakit dalam (interna), saya secara mengejutkan (*bagi saya) mendapat penguji dr.S.SpP, dokter sekaligus dosen favorit saya selama masa perkuliahan dan kepaniteraan klinik. Ujian yang menurut saya lebih mirip dengan tentiran, karena hanya bertemu 2x20 menit, tanpa pemeriksaan fisik pada pasien, lalu status pasien yang saya buatpun tak pernah dibaca beliau. Dan semoga hasilnya sesuai yang saya harapkan. InsyaAllah. Amiiin.

Mengutip salah satu kalimat dalam film dan novel "Sang Pemimpi", "Bermimpilah, maka Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu".
Dengan mimpi-mimpi besar kita, semangat-semangat untuk mewujudkannya, "Law of Attraction" dan pikiran positif kita, serta doa kepada Yang Maha Mengabulkan, "kita pasti akan ke "Paris", boy!"